Minggu, 02 Oktober 2016

INDIKATOR SESEORANG YG DISEBUT 'HEBAT


INDIKATOR SESEORANG YG DISEBUT 'HEBAT
Menurut IMAM SYAFI'I
Seri MUHASABAH bersama Sunandar Ibnu Nur

قال الإمام الشافعي رحمه الله :
جوهر المرء في ثلاث :
Imam Syafi'i Rahimahullah berkata: indikator
kehebatan seseorang terdapat pada tiga hal ...
كتمان الفقر:
حتى يظن الناس من عفتك أنك غني
1. Kemampuan menyembunyikan kemelaratan, sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta.
وكتمان الغضب:
حتى يظن الناس أنك راض
2.Kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang mengiramu merasa ridha
وكتمان الشدة:
حتى يظن الناس أنك متنعم .
3.Kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu selalu senang
Subhanallah ...
Ini bisa kita lakukan apabila kita dalam hidup ini selalu Qonaah, Ridha dengan apa2 yang Allah berikan pada kita
Oleh karenanya kearifan seseorang dalam menata diri, menata hati akan tercermin pada indikator di atas

Tentunya akan lebih terhormat dan mulia adanya apabila seseorg bisa menjaga dan meningkatkan 4 kecerdasan dlm kesehariannya, yaitu: 
1.Kecerdasan Intelektual. 
2.Kecerdasan Emosional. 
3.Kecerdasan Spiritual.
4.Kecerdasan Sosial.

Setelah itu mengamalkan secara istiqomah amalan 7 Sunnah Rasul, yaitu: 
1.Istighfar dan zikir tiap saat. 
2.Tdk putus wudhunya. 
3.Sedekah setiap hari. 
4.Baca Quran setiap hari.
5.Shalat tahajud tiap mlm. 
6.Shala subuh berjamaah di masjid setiap hari. 
7.Shalat dhuha setiap pagi. 

Bila itu diamalkan setiap hari, maka akan kita rasakan janji Sllah dlm firmanNya: WAMAYYATTAQILLAAHA YAJ'AL LAHU MAKHROJAA WA YARZUQHU MIN HARTSU LAA YAHTASIB. Artinya, siapa yg taqwa kpd Allah, maka akan Allah karuniakan jalan keluar (dari kesulitan hidupnya) dan akan Allah berika rezeki dari arah yg tiada terduga2. Subhanallahu, begitu indah hidup ini.......
Barokallahu lakum ajmain.

Teriring DOA dari Mekah al-mukarromah. SUNANDAR IBNU NUR (Tim Konsultan Bimbingan Ibadah Haji di Tanah Suci 1437 H / 2016. Dosen FIDKOM UIN Jkt).


Share:

Seri IBADAH HAJI dan DOA DI MASJID NABAWI


Seri IBADAH HAJI dan DOA DI MASJID NABAWI.
PERLU REFORMASI TOTAL PARADIGMA BERPIKIR
DAN BERDOA DI TAMAN ROUDHAH.
-----------------------------------------------
Oleh Dr. H. Sunandar Ibnu Nur, MA.
*Tim Konsultan Bimbingan Ibadah haji di tanah Suci 2016.
*Dosen Fidkom UIN Syahid Jakarta.
*Pembimbingan Ibadah Umroh & Haji beberapa Travel.

Taman Roudhah sebagai tempat yang ada di dalam masjid Nabawi, yang letaknya di sebelah Makam Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar bin Khattab, menjadi tujuan bagi para jamaah haji dan umroh untuk bisa berada di dalamnya, shalat (wajib dan atau Sunnat), berdoa dan baca ayat-ayat suci al-Qur'an.
Konon luasnya kisaran 26 X 15 M, namun diminati oleh ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan umat Islam untuk menyempatkan diri masuk kedalamnya, yaitu area yang karpetnya berwarna hijau (sementara di sekelilingnya karpet warna merah) walau harus antri lama sampai berjam-jam dan berdesak-desakan, seraya menahan lapar, haus dan letih (kurang tidur).
SISTEM BUKA TUTUP. Dulu untuk bisa berada di taman raodhah harus berdesak-desakan, rebutan, berjalan di atas karet yang dijadikan tempat sujud dan bahkan melangkahi kepala jamaah yang sedang sujud merupakan hal yang biasa. Saat itu, siapa yang dapat tempat duluan bebas untuk shalat dan menenggelamkan diri dalam doa sepuasnya.
Bahkan ada yang kepalanya ditutup sorban, tidak peduli dengan jamaah di belakangnya (yang di atas karpet merah walau jarak 1 meter) menunggu giliran sudah lama, bahkan dicolek bahunya dengan maksud agar mau bergantian pun, pura-pura tidak mengerti, alias ndableg. Itu namanya, ibadah yang egois, yang tidak cerdas spiritual. Ibadah cara kampungan, egois dan serakah. Ingin masuk Surga sendiri, sementara Surga diperuntukan bagi semua umat manusia yang memang berhak memasukinya. (QS Ali Imron 133, ... Surga yang luasnya seluas langit dan bmi).
Belakangan, polanya diubah, yaitu dengan sistem BUKA TUTUP, seperti para turis domistik yang akan menuju puncak. Sistem b uka tutup ini bukan solusi, akan tetapi mengalihkan problem dari satu tempat ke tempat lainnya. Karena dengan ditutup masuk area puncak membuat kemacetan panjang di Ciawi atau Cipayung, ujung TOL Jagorawi, yang tingkat kemacetannya berkilo-kilo meter.
Maka sistem buka tutup memasuki Taman Roudhah pun, sesungguhnya bukan solusi yang tanpa masalah baru. Para jamaah berdiri dengan berdesak-desakan selama berjam-jam, apa lagi pasukan security Masjid Nabawi yang di area Roudhah bersikap kaku dan para pejabat di Madinah pun seakan tidak berupaya mencari solusi yang inopatif, hanya melakukan tugas rutinitas.
Mari kita berpikir cerdas dan inopatif. Keberadaan taman roudhah adalah untuk berdoa yang dijanjikan mustajab, tempat yang dikabulkan bagi yang berdoa di sana. Bukan tempat yang dijanjikan dilipat gandakan pahalanya 1000 kali lipat. Karena hal itu adalah masjid Nabawi secara keseluruhan. Dan berdoa di tempat ini tidak ada hubungan dengan RUKUN dan WAJIB HAJI yang tidak boleh ditinggalkan atau harus di-BADALkan bila berhalangan dengan membayar DAM tertentu.
Tentang beberapa tempat dan waktu yang terkait dengan rukun dan wajib haji saja ada upaya perbaikan dan pengembangan (kebijaksanaan), yaitu dengan adanya FATWA ULAMA, misalnya:
1.Tentang area Mina Jadid (yang sebetunya masuk wilayah Muzdalifah)
2.Waktu melontar jamarot, antara afdholiah dan cukup syah yang penting selamat dan sehat (menghindari masyaqqah)
3.Tawaf ifadhah bagi wanita haid, dibolehkan.
4.Setelah mabit di muzdalifah dan mengambil batu krikil ada yang langsung ke masjidil haram untuk thawaf ifadhah, tahalul lalu kembali ke hotel (khususnya bagi para pejabat, bukan jamaah haji secara umum). Esoknya baru melontar Aqobah.
5.Pengembangan area Tanah haram hingga berkilo-kilo meter.
6.dan sebagainya. Artinya ada ruang kebijakan dan fatwa para ulama yang mengakomodir perkembangan situasi dan kondisi dari bertambahnya jamaah haji (yang tidak terjadi pada masa Rasul). Lalu, kembali ke Taman Roudhah, sejauh yang saya tau bahwa tidak ada perintah shalat di Taman Roudhah. Keterangan yang shahih adalah bahwa tempat itu merupakan salah satu dari 15 tempat mustajab di Tanah Suci.
Oleh karena itu, menurut saya ada tatacara ibadah di Taman Roudhah ini yang perlu direformasi demi efisiensi, efektifitas seiring dengan membludaknya jamaah haji dan umroh yang (boleh jadi) tidak sempat terpikirkan pada zaman Rasulullah SAW.
Diantara reformasi dan inovasi berpikir dan tatacara pemanfaatan Taman Roudhah yang saya usulkan yaitu sebagai berikut: *Mengingat bahwa Taman Roudhah itu adalah tempat mustajab untuk berdoa, maka pola SISTEM BUKA TUTUP perlu ditinjau kembali dan diperbaiki agar lebih efisien dan efektif. Kalau sistem buka tutup, para jamaah yang ada di taman roudhah diusir oleh askar sampai tidak seorang pun, baru dibuka kembali rombongan berikutnya. Hal ini tidak efektif, apalagi tidak sedikit jamaah yang membandel, ketika diminta keluar lanjut berdiri lagi, lalu shalat lagi, maka askar pun tidak bisa mengusir atau membopong yang sedang shalat lalu dilempar keluar taman roudhah. Wal hasil, yang menunggu bisa lebih dari setengah jam. Dalam keadaan kaki pegel, lelah, lapar, haus dan semacamnya.
Usul inipatifnya adalah, taman roudha itu dijadikan tempat berlalu secara berkesinambungan, karena selama berjalan dengan kondisi desak-desakan seraya menuju Makam Rasul, memrlukan bebrapa menit menginjak di atas karpet hijau itu. Konsekwensinya, area jalan lurus dari Babussalam, dialihkan Rutenya ke antrian jalan melewati Taman Roudhah. Dengan demikian, tidak perlu shalat Sunnat dahulu di Taman Raudhah, kecuali mendekat waktu shalat, sama seperti halnya di masjidil haram di sekitar Ka'bah, yang sedang thawaf, ketika mendekati azan lalu para jamaah berinisiatif membuat shaf, barisan shalat hingga azan berkumandang, lalu mereka membuat lapisan shaf shaf baru di belakangnya, sementara yang mau melanjutkan thawaf bisa berlanjut di belakngnya.
Nah, di Taman Roudhah, ketika menjelang azan dan -ara jamaah duduk untuk menanti shalat berjamaah, lalu area jalan lurus dari Babussalam di buka kembali, sehingga yang hanya ingin ziarah ke makam Rasul tanpa harus masuk ke Taman Roudhah bisa tetap melakukannya.
Semoga lontaran pemikiran inopatif ini dtangkap oleh pemerintah Indonesia, melalui Menteri Agama dan para pejabat di jajaran pembinaan haji dan umroh, lalu didiskusikan ke Menteri Kerajaan Saudi Arabia yang berkompeten.
Demikian dari saya selaku Tim Konsultan Bimbingan Ibadah Haji di Tanah Suci, 1437 H / 2016 M yang mengalami langsung antrian buka tutup menuju Taman Roudhah, Sabtu pagi sejak waktu tahajud hingga subuh berjamaah di dekat Taman roudhah dan menuju antrian ba'da shalat subuh hingga waktu syuruq dan waktu dhuha. 1 Oktober 2016. WALLAHU A'LAM BISHSHAWAB.
---------------------------
 
Kantor Daker Madinah, Saudi Arabia, 2 Oktober 2016
Share:

HAKEKAT SAHABAT SEJATI DALAM ISLAM

HAKEKAT SAHABAT SEJATI DALAM ISLAM
Seri MUHASABAH bersama Sunandar Ibnu Nur.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

LIHATLAH SEJENAK HUBUNGAN PERTEMANAN KITA.

Saudaraku, Renungilah sejenak pesan ini…
Apakah engkau memiliki banyak sahabat..?
Banyak pertemanan..?
Berapakah jumlah yang engkau miliki..?
5 orang..?
30 orang..?
Atau 100 orang..?
Atau bahkan hingga lebih 1000 orang..?
Saudaraku sebanyak apapun teman yang engkau miliki, atau yang engkau akrab dengan mereka, tetapi JIKA :
Tidak ada satupun yang mengajakmu dalam kebaikan.
Tidak satupun yang mengajakmu serta mengingatkanmu "hijrah" kearah yang lebih baik.
Tidak satupun yang mengajakmu mengenal sunnah-sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam yang disampaikan dalam riwayat hadits-hadits shohihnya.
Tidak satupun yang mengajakmu berangkat ke kajian untuk menuntut ilmu agama.
Tidak satupun mengingatkanmu untuk menunaikan sholat.
Bahkan tidak satupun yang mengajakmu ingat kepada Allah.
Jika benar demikian, ketahuilah wahai saudaraku bahwa persahabatan kalian sebenarnya dalam kondisi yang tidak baik, meskipun kalian memandangnya baik (baik itu dengan alasan hobi, kesenangan dan lainnya), karena persahabatan tersebut hakikatnya hanya akan menjadikan permusuhan bagi kalian di hari kiamat!






Allah berfirman :

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ
"Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (Qs. Az-Zukhruf 67)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
"Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya." (Tafsir Ibnu Katsir)
*Maka jika hubungan persahabatan yang tidak didasari oleh niat cinta karena Allah, dimana didalamnya tidak ada saling menasehati karna Allah, tidak ada saling mengajak hijrah kembali dijalan Allah.. maka kelak pada hari kiamat nanti hal itu hanya akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan.*
*Karena yang hanya akan kekal sampai hari kiamat kelak adalah persahabatan yang dimana isinya saling menasehati, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengajak kembali ke jalan Allah. Dan itulah persahabatan yang tidak pernah akan ada kerugian didalamnya..*



Allah berfirman :
وَالْعَصْرِ (١) اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ (٢) اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(٣)

"(1) Demi masa. (2) Sungguh, manusia berada dalam kerugian, (3) KECUALI orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Qs. Al-'Asr 1-3)
Saudaraku, mari segera kita perbaiki lingkungan pertemanan kita, carilah lingkungan yang baik (yang sholih dan sholihah)..
Yang selalu mengingatkanmu dan saling menasihati dijalan Allah..
Yang berani menegurmu jika engkau salah..
Yang berani mengajakmu untuk menuntut ilmu agama..
Yang berani 'nge-tag' berisi postingan-postingan yang bermanfaat bagi agamamu..
Bahkan yang berani share tentang peringatan-peringatan yang berisi kebaikan untuk mengajakmu kembali kejalanNya..
Dan yang tidak bosan menegurmu agar senantiasa memperbaiki diri agar lebih baik..
Persahabatan yang sedikit tetapi peduli akan akhiratmu itu amat jauh lebih baik dibandingkan persahabatan yang banyak jumlahnya tetapi tidak ada yang mempedulikan akhiratmu.

Imam Syafi'i berkata :
“Jika engkau punya teman (yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah) maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari teman 'baik' itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”


PriBahasa Arab: MAWADDATUSHSHADIIQI TADZHARU WAQTADHDHIIQI. Kecintaan seorang sahabat itu nampak ketika sedang berada dalam kesulitan.
Bukannya ada uang abang sayang TAPI tidak ada uang abang ditendang.
'ADUWWUN 'AAQILUN KHOERUN MIN SHADIIQIN JAAHILIN. Musuh yg pintar itu lebih baik daripada teman yang bodoh.
Semoga bermanfaat..
Teriring SALAM dan DOA dari Mekah al-Mukarromah. SUNANDAR IBNU NUR Dosen FIDKOM UIN Jakarta Konsultan Bimbingan Ibadah Haji di Tanah Suci 1437/2016.
Share:

15 HADIAH YANG TERBAIK*


15 HADIAH YANG TERBAIK*


Hadiah tidak harus sesuatu berupa uang atau harta benda. Banyak cara untuk kita menghadiahkan sesuatu kepada orang tersayang di antaranya :
1.      Hadiah terbaik untuk seorang sahabat adalah *Doa.*
2.      Hadiah terbaik untuk seorang musuh *Pemberian maaf.*
3.      Hadiah terbaik untuk seorang guru adalah *Penghormatan.*
4.      Hadiah terbaik untuk murid adalah *Tauladan.*
5.      Hadiah terbaik untuk sebuah kehidupan adalah *Kasih Sayang.*
6.      Hadiah terbaik untuk sebuah kematian adalah *Al-Fatihah.*
7.      Hadiah terbaik untuk orangtua adalah *Berbakti.*
8.      Hadiah terbaik untuk isteri adalah *Penghargaan.*
9.      Hadiah terbaik untuk suami adalah *Kesetiaan.*
10.  Hadiah terbaik untuk anak adalah *Pendidikan.*
11.  Hadiah terbaik untuk diri sendiri adalah *Kejujuran.*
12.  Hadiah terbaik untuk orang yang tidak dikenali adalah *Senyuman.*
13.  Hadiah terbaik seorang Pemimpin adalah memberi *kesejahteraan, keamanan & kedamaian* rakyatnya.
14.  Hadiah terbaik untuk Rasulullah Saw adalah *Sholawat.*
15.  Hadiah terbaik seorang hamba kpd Robbnya *Zikrulloh.*

_Nabi saw bersabda: "Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian akan saling mencintai."_
_*Selalulah bermurah hati untuk menghadiahkan sesuatu kepada manusia di sekeliling kita, karena pemberian anda hari ini adalah ganjaran untuk dunia dan akhirat.*_


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

Kolom