Seri HAL IHWAL .... ALUMNI GONTOR.
Alhamdulillah, tadi malam, 9 Sept 2016, ba'da
isya kembali dipertemukan dengan sohib lama di Gontor, walau beda angkatan, the
geng and Group of '86:
1. Almukarom Mahmil (Owner & Dir. Arnussa
Tour)
2. Dr. Ar
Yapono (Pembimbing Ibadah Arnussa Tour)
3. Jalal Palembangi, Partner ONH Plus dan regular
mukimin puluhan tahun di Arab Saudi.
Kehadiran saya diminta memberi
"Tadzkirah Manasik dan Pemantapan ibadah serta Muhasabah" kemari
malam, berlangsung selama lebih dari 2,5 jam. Dilanjut dengan tajammu makan
nasi mande dengan kambing & kepalanya. Subhanallahu, bahagia rasanya bisa
berkkumpul kembali dengan sahabat-sahabat lama masa-masa remaja saat mondok di
Gontor. Sambil makan, eluncur kisah-kisah lama; saya masuk th 1978 (kelas
eksperimen, konsulat Bogor) selesai 1982dan ahmil masuk Gontor 1979 konsulat
DKI, selesai 1986.Beliau satu group baskel ball "EKSOTIK" dengan
menteri Agama, bapak Lukman Hakim Saefuddin.
Dari pertemuan itu saya baru tahu bahwa Mahmil
pernah mutung pulang karena diperlakukan tidak islami oleh seorang ustadz dan
kemudian dipanggil kembali ke Gontor. Dia pegang prinsip "QULIL HAQQA
WALAO KAANA MURRON" katakana yang hak walaupun hal itu pahit untuk
didengar dan diterapkan.Sikap dan prinsip hidup tersebut yang kemudian sukses menjalankan
bisnis perjalanan haji dan umroh. Dan juga baru tau kalau sikap keras dan
tegasnya sampai ditakuti oleh para ustadz sehingga menjadi "Herman
Kamal"kedua, kemana mana bawa golok.
Ada pelajaran dan kesimpulan yang menarik dari
fenomena akhuna almukarom ustad Mahmil ini. Yaitu:
1.Kelas B tidak menjamin ketika di masyarakat
akan sukses dan ASFALA SAAFILIN belum tentu tidak sukses di masyarakat, bahkan
banyak yang hidup dan kiprahnya sukses setelah menjadi alumni Gontor. Buktinya
adalah akhuna Mahmil yang sukses menjalankan "ARNUSSA TOUR"
melanjutkan bisnis ayahnya. Beliau yang dipercaya oleh ayahnya dari sekian
banyak saudaranya, justru karena GONTOR-nya. Otomatis setiap tahun beliau
bimbing ibadah haji dan berkali-kali umroh.
2.Sebagai pengusaha sukses, almukarom ustad
mahmil ini kemudian menjadi supporter dan dan donatur marhalal/angkatannya
setiap kali ada perhelatan tajammu marhalah atau ada teman perhalah yang
terkena musibah. Dr. Yapono pernah cerita, ketika ada teman marhalah yang
meninggal, ustadz Mahmil memberikan beberapa tiket pesawat teman-teman dan
santunan bagi keluarganya, cukup dengan menggesek ATM-nya yang unlimited.
3.Fenomena ustad Mahmil, adalah salah satu contoh
dan bukti dari "falsafah hidup" yang dulu sering disampaikan oleh
almarhum KH Imam Zarkasyih. sebagai berikut:
"Anak-anakku, ketahuilah bahwa ada 2 tipe
santri yang nasibnya berbeda ketika nanti sudah terjun di masyarakat.
1. Orang yang pintar tapi tidak pandai bermasyarakat, kepintarannya
hanya untuk dirinya sendiri dan tidak bermanfaat secara maksimal alias tidak
sellable, tidak terjual. Sementara ajaran filosofi hidup lain yang disuntikan kepada
para santri adalah sabda Rasulullah:
"KHOERUNNAASI MAN AHSANUHUM KHULUQAN WA
ANFA'UHUM LINNAASI" Sebaik-baik manusia ialah yang ahlaknya baik dan
paling bermanfaat (hidupnya; ilmunya, hartanya) kepada sesama manusia.
2. Orang yang pandai bermasyarakat menunjukan orang yang cerdas.
Ini terkait dengan anjuran Rasulullah untuk rajin ber-SILATURAHIM. Bahwa
silaturahim membawa rezeki. Bagaimana tidak, silaturahim itu ternyata
manifestasi dari "NETWORIKING" membangun jaringan kerja. Dalam dunia
sekarang, networking menjadi bagian integral yang harus dijalani kalau
seseorang ingin sukses hidupnya. Banyak falsafah hidup almarhum KH Imam
Zarkasyih yang ternyata diaplikasikan oleh seorang "Mahmil" yang
memiliki sejarah kehidupan santri yang unik dari sekian fenomena santri dan
alumni yang "anwa' wa asykal", begitu beragam. Karena almarhum KH
imam Zarkasyih seorang pimpinan yang ikhlas dan totalitas mengabdikan ilmu dan
leadershipnya, ajaran-ajarannya terpatri melejat dalam diri para santrinya.
Beberapa falsafah hidup lainnya adalah:-Berani hidup, tak takut mati.
Takut mati, jangan hidup.
Takut hidup, mati saja.
-Hidup adalah perjuangan,
tidak dikatakan hidup kalau tidak berjuang.
-Hidup yang sejakali, hiduplah yang berarti.
Filosofi hidup di atas adalah manifestasi ataun
penjabaran dari sabda Rasulullah: "KHOERUNNAASI MAN THAALA 'UMRUHU WA
HASUNA 'AMALUHU. WA SYARRUNNAASI MAN THAALA 'UMRUHU WA SYARAA 'AMALUHU"
Bahwa sebaik-baik manusia ialah yang panjang
umurnya dan baik amal perbuatannya, dan seburuk-buruk manusia ialah yang
panjang umurnya namun buruk pula amal perbuatannya. Itulah sekelumit catatan
saya dari silaturahim dan tajammu dengan separng alumni yang ketika di Gontor
dikatakan "SIRRIIR" alias nakal, tapi ternyata sukses setelah jadi
alumni. Mafhum mukhalafah atau logika terbaliknya "kalau santri yang sirriir
saja bisa sukses, apa lagi yang tidak sirrir, yang muthi' (taat), rajin ibadah
dan belajar dan skilfull (bertalenta,berbakat).
Semoga kami dan kita semua bisa menjalankan
ajaran-ajaran tersebut di atas, yang dari waktu ke waktu ahlaknya semakin baik,
ibadahnya semakin mantap, hajinya mabrur, bisnisnya tambah sukses, hidupnya
penuh keberkahan lalu akhir hayatnya husnul khatimah, yang pada saat sakaratul
maut, pikiran, hati dan lidahnya fasih mengucap"LAA ILAAHA
ILLALLAAHU" Rasulullah bersabda: "MAN KAANA AAKHIRA KALAAMIHI LAA
ILAAHA ILLAHHAHU DAKHALAL JANNAH" Barang siapa yang di akhir perkataannya
saat sakaratul maut mampu mengucap kalimat LAA ILAAHA ILLALLAHU dijamin masuk
surga.
Terimakasih yaa Allah, Engkau mempertemukan saya di
tanah suci dengan sahabat-sahabat lama yang sukses dan baik hati. Syukron
katsir almukarromuuna, ust Mahmil,duktur Ar
Yapono wa almukaron ustad Jalal alpalembangi
Siapapun anda, yang membaca tulisan ini, klik LIKE dan SHARE
kepada group anda, kami doakan dari Tanah Suci agar kelak
bisa melaksanakan ibadah haji dan atau umroh, hidupnya penuh
barokah dan akhir hayatnya husnul khaatimah, amin amin amin
yaa robbal 'alaamiina, amin yaa mujiibasaa-iliina.
--------------------------
Salam ta'dzim dari Mekah al-Mukarromah, 10 September 2016.
alfaqir Sunandar Ibnoe Nur (Lapinggo 82) Tim konsultan
bimbingan Ibadah haji Kementrian Agama R.I. 2016.
(Dosen Fak. dakwah dan komunikasi UIN Jakarta)









0 komentar:
Posting Komentar