Sabtu, 10 September 2016

Belajar dari Fenomena mahmil yang SIRRIIR.




Seri HAL IHWAL .... ALUMNI GONTOR.

Alhamdulillah, tadi malam, 9 Sept 2016, ba'da isya kembali dipertemukan dengan sohib lama di Gontor, walau beda angkatan, the geng and Group of '86: 
1. Almukarom Mahmil (Owner & Dir. Arnussa Tour)
2. Dr. Ar Yapono (Pembimbing Ibadah Arnussa Tour)
3. Jalal Palembangi, Partner ONH Plus dan regular mukimin puluhan tahun di Arab Saudi.

Kehadiran saya diminta memberi "Tadzkirah Manasik dan Pemantapan ibadah serta Muhasabah" kemari malam, berlangsung selama lebih dari 2,5 jam. Dilanjut dengan tajammu makan nasi mande dengan kambing & kepalanya. Subhanallahu, bahagia rasanya bisa berkkumpul kembali dengan sahabat-sahabat lama masa-masa remaja saat mondok di Gontor. Sambil makan, eluncur kisah-kisah lama; saya masuk th 1978 (kelas eksperimen, konsulat Bogor) selesai 1982dan ahmil masuk Gontor 1979 konsulat DKI, selesai 1986.Beliau satu group baskel ball "EKSOTIK" dengan menteri Agama, bapak Lukman Hakim Saefuddin.
Dari pertemuan itu saya baru tahu bahwa Mahmil pernah mutung pulang karena diperlakukan tidak islami oleh seorang ustadz dan kemudian dipanggil kembali ke Gontor. Dia pegang prinsip "QULIL HAQQA WALAO KAANA MURRON" katakana yang hak walaupun hal itu pahit untuk didengar dan diterapkan.Sikap dan prinsip hidup tersebut yang kemudian sukses menjalankan bisnis perjalanan haji dan umroh. Dan juga baru tau kalau sikap keras dan tegasnya sampai ditakuti oleh para ustadz sehingga menjadi "Herman Kamal"kedua, kemana mana bawa golok.
Ada pelajaran dan kesimpulan yang menarik dari fenomena akhuna almukarom ustad Mahmil ini. Yaitu:
1.Kelas B tidak menjamin ketika di masyarakat akan sukses dan ASFALA SAAFILIN belum tentu tidak sukses di masyarakat, bahkan banyak yang hidup dan kiprahnya sukses setelah menjadi alumni Gontor. Buktinya adalah akhuna Mahmil yang sukses menjalankan "ARNUSSA TOUR" melanjutkan bisnis ayahnya. Beliau yang dipercaya oleh ayahnya dari sekian banyak saudaranya, justru karena GONTOR-nya. Otomatis setiap tahun beliau bimbing ibadah haji dan berkali-kali umroh.
2.Sebagai pengusaha sukses, almukarom ustad mahmil ini kemudian menjadi supporter dan dan donatur marhalal/angkatannya setiap kali ada perhelatan tajammu marhalah atau ada teman perhalah yang terkena musibah. Dr. Yapono pernah cerita, ketika ada teman marhalah yang meninggal, ustadz Mahmil memberikan beberapa tiket pesawat teman-teman dan santunan bagi keluarganya, cukup dengan menggesek ATM-nya yang unlimited.
3.Fenomena ustad Mahmil, adalah salah satu contoh dan bukti dari "falsafah hidup" yang dulu sering disampaikan oleh almarhum KH Imam Zarkasyih. sebagai berikut:
"Anak-anakku, ketahuilah bahwa ada 2 tipe santri yang nasibnya berbeda ketika nanti sudah terjun di masyarakat.

Pertama, ada tipe santri yang kepintarannya 80 % namun kemampuan bermasyarakatnya 20 %. Kedua, tipe santri yang kemampuan bermasyarakatnya 80 %akan tetapi kepintarannya 20 %. Anak-anakku, nanti yang akan sukses hidup di tengah-tengah masyarakat adalah tipe santri yang kedua"Subhanallah, filosofi hidup tadi, begitu melekat dalam ingatan saya dan ternyata banyak mengandung kebenaran, logikanya sebagai berikut:

1.      Orang yang pintar tapi tidak pandai bermasyarakat, kepintarannya hanya untuk dirinya sendiri dan tidak bermanfaat secara maksimal alias tidak sellable, tidak terjual. Sementara ajaran filosofi hidup lain yang disuntikan kepada para santri adalah sabda Rasulullah:
"KHOERUNNAASI MAN AHSANUHUM KHULUQAN WA ANFA'UHUM LINNAASI" Sebaik-baik manusia ialah yang ahlaknya baik dan paling bermanfaat (hidupnya; ilmunya, hartanya) kepada sesama manusia. 
2.      Orang yang pandai bermasyarakat menunjukan orang yang cerdas. Ini terkait dengan anjuran Rasulullah untuk rajin ber-SILATURAHIM. Bahwa silaturahim membawa rezeki. Bagaimana tidak, silaturahim itu ternyata manifestasi dari "NETWORIKING" membangun jaringan kerja. Dalam dunia sekarang, networking menjadi bagian integral yang harus dijalani kalau seseorang ingin sukses hidupnya. Banyak falsafah hidup almarhum KH Imam Zarkasyih yang ternyata diaplikasikan oleh seorang "Mahmil" yang memiliki sejarah kehidupan santri yang unik dari sekian fenomena santri dan alumni yang "anwa' wa asykal", begitu beragam. Karena almarhum KH imam Zarkasyih seorang pimpinan yang ikhlas dan totalitas mengabdikan ilmu dan leadershipnya, ajaran-ajarannya terpatri melejat dalam diri para santrinya.
Beberapa falsafah hidup lainnya adalah:
-Berani hidup, tak takut mati.
Takut mati, jangan hidup.
Takut hidup, mati saja.
-Hidup adalah perjuangan,
tidak dikatakan hidup kalau tidak berjuang.
-Hidup yang sejakali, hiduplah yang berarti.

Filosofi hidup di atas adalah manifestasi ataun penjabaran dari sabda Rasulullah: "KHOERUNNAASI MAN THAALA 'UMRUHU WA HASUNA 'AMALUHU. WA SYARRUNNAASI MAN THAALA 'UMRUHU WA SYARAA 'AMALUHU"
Bahwa sebaik-baik manusia ialah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya, dan seburuk-buruk manusia ialah yang panjang umurnya namun buruk pula amal perbuatannya. Itulah sekelumit catatan saya dari silaturahim dan tajammu dengan separng alumni yang ketika di Gontor dikatakan "SIRRIIR" alias nakal, tapi ternyata sukses setelah jadi alumni. Mafhum mukhalafah atau logika terbaliknya "kalau santri yang sirriir saja bisa sukses, apa lagi yang tidak sirrir, yang muthi' (taat), rajin ibadah dan belajar dan skilfull (bertalenta,berbakat).
Semoga kami dan kita semua bisa menjalankan ajaran-ajaran tersebut di atas, yang dari waktu ke waktu ahlaknya semakin baik, ibadahnya semakin mantap, hajinya mabrur, bisnisnya tambah sukses, hidupnya penuh keberkahan lalu akhir hayatnya husnul khatimah, yang pada saat sakaratul maut, pikiran, hati dan lidahnya fasih mengucap"LAA ILAAHA ILLALLAAHU" Rasulullah bersabda: "MAN KAANA AAKHIRA KALAAMIHI LAA ILAAHA ILLAHHAHU DAKHALAL JANNAH" Barang siapa yang di akhir perkataannya saat sakaratul maut mampu mengucap kalimat LAA ILAAHA ILLALLAHU dijamin masuk surga.



Terimakasih yaa Allah, Engkau mempertemukan saya di tanah suci dengan sahabat-sahabat lama yang sukses dan baik hati. Syukron katsir almukarromuuna, ust Mahmil,duktur Ar Yapono wa almukaron ustad Jalal alpalembangi
----------------
Siapapun anda, yang membaca tulisan ini, klik LIKE dan SHARE
kepada group anda, kami doakan dari Tanah Suci agar kelak
bisa melaksanakan ibadah haji dan atau umroh, hidupnya penuh
barokah dan akhir hayatnya husnul khaatimah, amin amin amin
yaa robbal 'alaamiina, amin yaa mujiibasaa-iliina.
--------------------------
Salam ta'dzim dari Mekah al-Mukarromah, 10 September 2016.
alfaqir Sunandar Ibnoe Nur (Lapinggo 82) Tim konsultan
bimbingan Ibadah haji Kementrian Agama R.I. 2016.
(Dosen Fak. dakwah dan komunikasi UIN Jakarta)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Kontributor

Kolom